Kembali ke portal Van der Wijck

Monumen Bersejarah · 1936 - Sekarang

Monumen Van der Wijck Brondong: Penghormatan Abadi kepada Nelayan Pesisir Lamongan

Pelabuhan Brondong, Lamongan
Monumen Peringatan Van der Wijck di Pelabuhan Brondong Lamongan
Arsip Cagar Budaya Kabupaten Lamongan (Wikimedia Commons)

Menelusuri sejarah pendirian tugu peringatan setinggi 10 meter di kompleks Pelabuhan Brondong yang dibangun pemerintah Hindia Belanda sebagai simbol terima kasih atas heroisme nelayan lokal.

Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas aksi penyelamatan heroik oleh masyarakat nelayan Brondong dan Paciran, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mendirikan sebuah tugu peringatan di kompleks pelabuhan Brondong, Lamongan.

Monumen bersejarah ini berdiri tegak setinggi kurang lebih 10 meter dengan arsitektur gaya Art Deco yang khas pada era 1930-an. Bangunan terdiri dari 3 lantai, di mana pada lantai dua terdapat balkon yang menghadap langsung ke arah laut lepas perairan Jawa — melambangkan ingatan abadi akan tragedi 20 Oktober 1936.

Pada dinding monumen terpasang dua plakat perunggu bersejarah. Prasasti di dinding barat menggunakan bahasa Indonesia ejaan lama berbunyi: "Tanda Peringatan kepada Penoeloeng-Penoeloeng Waktoe Tenggelamnja Kapal van der Wijck DDC 19-20 Oktober 1936". Sementara prasasti di sisi timur memberikan penghormatan khusus kepada petugas radio telegrafis yang gugur dalam tugas. Hingga kini, monumen ini menjadi cagar budaya dan bukti fisik bahwa kisah Van der Wijck adalah sejarah nyata solidaritas nelayan Lamongan.

Sumber & Referensi Sejarah

Referensi berikut digunakan sebagai dasar verifikasi fakta sejarah maritim. Beberapa tautan dapat berubah seiring waktu.